Alat Musik Tradisional yang Hampir Punah

Alat musik apa saja yang kamu kenal? Gitar? Drum? Tapi pernahkah kamu mendengar ala musik seperti Celempung, Taktok Trieng, atau bahkan Gong Sebul? Asing bukan? Nah, ternyata di Indonesia banyak, loh alat musik tradisional yang masih kurang dikenal oleh masyarakat, ini membuat jarang ada yang memainkan alat musik ini dan berakibat kepunahan.

Kira-kira ada apa saja ya alat musik yang sudah hampir punah? Berikut ini akan kami situs judi idn poker terbaru dan terpercaya 2021 tunjukkan beberapa alat musik tradisional yang hampir punah.

5 Alat Musik Tradisional Hampir Punah

1.Celempung

Celempung

Pertama yang akan kami bahas adalah Celempung, sebuah alat musik yang berasal dari Jawa Barat. Bahan dasar membuat Celempung adalah bambu, bahkan senarnya terbuat dari sembilu bambu.

Untuk memainkannya, adalah dengan cara memukulnya dengan alat bernama Taerngteng. Tidak perlu banyak orang untuk memainkan Celempung, karena bisa dimainkan sendiri. Biasanya alat musik ini digunakan untuk mengatur irama di dalam lagu orkestrasi yang dinamakan Celempungan.

2. Taktok Trieng

Taktok Trieng

Sama seperti Celempung, Taktok Trieng juga merupakan alat musik yang terbuat dari bambu. Biasanya Taktok Trieng bisa dijumpai di daerah Kabupaten Pidie, Aceh Besar dan juga di beberapa kabupaten lain.

Terdapat dua jenis Taktok Trieng, yaitu yang biasa digunakan di balai-balai pertemuan, lalu ada juga Taktok Trieng yang biasa digunakan masyarakat di Sawah. Fungsinya kalau di sawah untuk mengusir burung-burung yang mengancam tanaman para petani.

3. Rindik

Rindik

Bali juga memiliki alat musik tradisional yang hampir punah, yaitu Rindik. Alat musik ini juga terbuat dari bambu, tapi suara yang dihasilkannya berdasarkan salendro atau skala dari gamelan musik. Sebenarnya, kita masih dapat menjumpai alat musik ih di beberapa upacara perkawinan tradisional di Bali dimana juga banyak digunakan para pemainan judi online dalam situs slot online Indonesia. Ada juga acara pertunjukkan yang bernama Joged Bumbung.

Biasanya tarian Joged Bumbung ini diiringi oleh 10-20 orang yang memainkan gamelan dan juga para penabuh. Bisa juga dimainkan pada acara di Hotel untuk menghibur para wisatawan yang sedang datang ke Bali.

4. Pa’pompang

Pa’pompang

Pa’pompang merupakan sebuah alat musik yang berasal dari Sulawesi Selatan, tepatnya di Tanah Toraja. Biasanya penduduk menyebut alat musik Pa’pompang ini sebagai Pa’bas. Itu karena suara yang dihasilkan lebih dominan ke suara bas.

Cara memainkan alat musik ini adalah dengan cara ditiup, untuk jangkauan nada yang dihasilkan adalah dua setengah oktaf tangga nada. Meski termasuk alat musik tradisional, namun Pa’pompang bisa dimainkan dengan alat musik lain seperti piano, organ, atau bahkan terompet.

5. Gong Sebul

Gong Sebul

Alat musik yang hampir punah terakhir yang akan kami bahas adalah sebuah alat musik dari Yogyakarta yang bernama Gong Sebul. Ini merupakan alat musik yang terbuat dari sebilah bambu dan memiliki panjang yang disesuaikan dengan hasil suara yang diinginkan. Meski bernama Gong, tapi alat musik ini tidak dipukul, melainkan di tiup.

Biasanya banyak orang yang memainkan Gong Sebul ini untuk melengkapi musik Krumpyung, yang isinya terdiri dari beberapa alat musik tradisional yang terbuat dari bambu, seperti demung, saron, peking, bonang, gambang, kempul, dan kendang.

Nah, itulah beberapa alat musik di Indonesia yang hampir punah dan kurang dikenal oleh masyarakat. Padahal seharusnya kita bisa mewariskan budaya Indonesia kita ini kepada anak cucu kita nanti. Jadi ayo kita lestarikan alat musik Indonesia!  

MENGENAL JENIS-JENIS ALAT MUSIK DARI JAWA BARAT

Indonesia terkenal dengan budayanya yang sangat kaya. Maka dari itu setiap daerah, provinsi mauapun kota memiliki kebudayaannya sendiri-sendiri dimulai dari lagu daerah, bahasa daerah, pakaian adat, suku, budaya dan hingga alat musiknya pun berbeda.

Semua budaya ini tentunya intergrasi menjadi satu sama lain sehingga menciptakan kesatuan yang tak terpisahkan. Sama halnya dengan lagu daerah, lagu daerah ini tak akan bisa berjalan tanpa apa alat musiknya. Karena alat musik modern rasanya kurang pas bila harus mengiringi lagu daerah. Untuk itu diperlukan alat musik asli Jawa Barat agar pembawaannya pun bisa lebih cocok.

Berbicara soal alat musik, mungkin yang ada di benakmu hanyalah angklung karena sangat identik dengan tanah sunda. Padahal masih banyak yang lainnya loh, ada yang penasaran? Langsung saja yuk simak!

1.Angklung

Angklung

Bagi kebanyakan orang, alat musik tradisional ini sangatlah terkenal yang berasal dari Jawa Barat. Angklung ini terbuat dari bambu dengan nada ganda. Cara memainkannya pun cukup mudah, kamu hanya perlu menggoyangkan bagian bawahnya saja. Suara ini dihasilkan dari getaran dari dalam yang kita goyangkan secara perlahan.

Angklung ini memiliki beberapa tangga nada yang berbeda, sehingga butuh konsentrasi dalam memainkan ini. Ohiya angklung bisa dimainkan secara individu maupun berkelompok. Suara yang dihasilkan dari alat musik ini sangatlah merdu dan juga membuat pendengarnya terasa nyaman, tak heran bila angklung ini sudah mendunia dan angklung juga sering digunakan sebagai pertunjukan di depan warga asing.

2.Calung

Calung

Bila diibaratkan, calung ini menerupai piano versi tradisionalnya. Calung terbuat dari bambu yang diaminkan dengan cara di pukul menggukan alat bamboo yang diberi karet pada ujungnya. Calung memiliki nada yang rendah hingga yang tingg dan disusun secara berurutan. Sehingga saat dipukul akan mengeluarkan nada suara yang berbeda.

3.Suling

Suling

Suling merupakan alat musik dari Jawa Barat yang dimainkan dengan cara di tiup. Jika kamu pernah memainkan recorder pada jaman SD, bentuknya hampir mirip namun cara mainnya tetaplah sama. Pada suling ini terdapat lubang dibagian tengahnya untuk menghasilkan melodi yang berbeda. Lobang ini berjumlah 4 hingga 6, sehinga jika kamu menutupnya sebagian atau semua akan mengeluarkan suara yang berbeda. Buka tutu lobang ini tergantung dari nada yang akan dibawakan. Kehadiran inilah yang akhirnya menciptakan recorder sebagai suling yang lebih modern. Ada yang pernah mencoba?

4.Kecapi

Kecapi

Dilihat dari bentuknya, bisa dibilang kecapi ini mirip seperti gitar karena terdapat senar diatasnya. Peranan kecapi dalam budaya Sunda sangatlah penting, karena jika kita lihat alat musik sunda tidak ada artinya bila taka da kecapi.

Kecapi ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu kecapi induk dan kecapi anak. Kecapi induk berukuran lebih besar dengan jumlah dawai hingga 20 dan biasanya digunakan untuk intro dan juga penentuan tempo dalam lagu. Sedangkan kecapi anak diperuntukan untuk menghasilkan suara nada yang tinggi. Dan dawai yang digunakannya pun hanya berjumlah 15 saja.

5.Kendang

Kendang

Dan yang terakhir adalah Kendang. Kendang atau bisa disebut juga sebagai gendang, merupakan alat musik khas Jabar yang dimainkan secara di pukul. Suara yang dihasilkan pun tergantung dari seberapa kerasa dan kekuatan dalam pukulan tersebut. Pukulannya menggunakan telapak tangan atau bahasa lebih singkatnya di tepak. Kendang ini dibuat dari kayu kelapa dan Nangka yang sudah dilapisi oleh kulit hewan seperti kambing.

Nah itulah 5 alat musik tradisional asal Jawa Barat. Semoga kita bisa terus melestarikan budaya ini ya agar tak punah, ada yang pernah memainkannya?

5 Daftar Alat Musik Terbaik yang Ada di Lampung!

Alat musik Indonesia hadir dengan berbagai ragam jenis alat musik yang ada di dalamnya. Dimana cara memainkan alat musik ini juga berbeda dan tidak kalah unik, mulai dari bentuk yang sangat beragam. Lagu serta instrumen alat musik ini juga telah menjadi identitas bagi para pecinta kesenian. Lampung memiliki ciri khas alat musik tersendiri. Keberadaan alat musik khas Lampung ini tidak begitu dikenal masyarakat luas. Kali ini, kami akan merekomendasikan beberapa daftar alat musik khas Lampung terbaik yang wajib kalian ketahui dan pahami. Langsung saja simak daftar lengkapnya berikut di bawah ini!

Daftar Alat Musik Khas Lampung

1. Gendang Melayu Lampung

Gendang Melayu Lampung

Daftar yang pertama ini merupakan salah satu alat musik tradisional di pulau Jawa yang bisa mengfhadirkan berbagai jenis alat musik gendang yang ada di daerah Lampung. Dimana alat musik tradisional ini terbuat dari bahan material kayu sebagai bahan utama pembuatannya. Sedangkan di bagian tengah kayu ini diberi lubang dan di lapisi kulit binatang agar alat musik gendang ini mampu menghasilkan sebuah suara yang khas. Untuk memainkan alat musik ini dilakukan dengan cara ditepuk dengan menggunakan tangan atau tanpa alat pemukul khusus.

2. Gamolan

Gamolan

Selanjutnya adalah salah satu alat musik instrumen yang berasal dari Lampung Barat dan masuk ke dalam instrumen Xilofon dengan bentuk delapan lempengan bambu dan nada sekitar lebih dari satu oktaf. Dimana gamelan ini dimainkan dengan pemain yang duduk di bahian belakang alat musik. Alat musik gamolan ini sendiri sudah ada sejak abad ke-4 Masehi dnegan bukti gambar yang telah ditemukan pada relief candi Borobudur yang ada di Yogyakarta. Untuk bisa memainkan alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul.

3. Gambus Lunik

Gambus Lunik

Gambus Lunik merupakan alat musik tradisionla yang dimainkan sebagai salah satu media komunikasi yang ada di Lampung. Dimana alat musik ini berfungsi sebagai media dakwah Islam Gawi Adat, Upacara Ritual, sampai dengan media hiburan. Seiring berkembangnya zaman, perubahan dalam dawai ini ternyata adalah senar yang terbuat dari bahan serat nanas, benang, kawat, dan nyalon. Di bagian badan Gambus Lunik ini terbuat dari bahan kulit hewan kambing dan juga rusa yang dimainkan dengan cata dipetik.

4. Kulintang

Kulintang

Berikutnya adalah salah satu alat musik tradisional barisan Gong kecil yang ditempatkan mendatar dan bisa dimainkan Kulintang dengan diiringi alat musik Gong yang lebih besar dan drum. Kulintang ini sendiri merupakan bagian dari budaga Gong Asia Tenggara yang sudah dimainkan secara berabad-abad. Kegunaan musikb ini sendiri tergantung pada peradaban yang menggunakannya. Di Indonesia, alat musik ini dikenal sebagai alat musik perkusi bernada yang terbuat dari bahan kayu. Untuk bisa memainkan alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul dengan menggunakan alat pemukul khusus.

5. Harmonium

Harmonium

Dan yang terakhir adalah salah satu alat musik tradisional yang berasal dari lampung dan terbuat dari bahan logam kayu kulit kawat dan beludru. Dimana laat musik ini dimainkan secara bersamaan dengan menggunakan biola dan rebab. Untuk memainkan alat musik ini dengan menekan tombol pembuka lidah yang bergetar dan kemudian dihasilkan dari angin yang berhasil di pompa.

Nah itu dia 5 daftar alat musik khas Lampung yang wajib kalian ketahui dan pahami keberadaannya!

Alat Musik Tradisional Khas Jawa Tengah yang Wajib Kalian Ketahui!

Penduduk di Provinsi Jawa Tengah adlaah mereka yang cukup produktif di bidang kesenian dan juga kebudayaan Indonesia. Oleh sebab itu, tidak heran jika banyak penduduk provinsi Jawa Tengah yang mampu menghasilkan musik yang dimainkan dengan alat musik khasnya sendiri. Sejumlah alat musik dari Jawa Tengah juga banyak dikagumi oleh masyarakat luar negeri. Kali ini, kami akan mengenalkan beberapa daftar alat musik tradisional khas Jawa Tengah yang mumpuni dan wajib kalian ketahui. Penasaran? Langsung saja simak daftar lengkapnya berikut di bawah ini!

Daftar Musik Tradisional Provinsi Jawa Tengah

1. Bonang

Bonang

Alat musik yang pertama ini biasanya dimainkan dengan cara dipukul dan terbuat dari bahan logam layaknya kuningan, perunggu, dan juga besi. Cara memainkan alat musik ini biasanya menggunakan pemukul khusus yang terbuat dari bahan kayu yang dilapissi dengan kain dan juga karet. Terdapat 2 jenis onang yaitu adalah bonang barung berukuran lebih besar dan bonang penerus yang berukuran lebih kecil.

Bonang barung berukuran sedang, beroktaf tengah sampai tinggi ini merupakan salah satu instrumen pemuka dalam Ansambel. Dalam teknik tabuhan pipilan, pola nada yang selalu mengantisipasi nada ini akan datang dapat dapat menuntun lagu instrumen lainnya.

Bonang barung ini biasanya dimainkan dengan pembuka gendhing dan menentukan alur lagu gendhing. Teknik tabuhan imbal imbalan ini juga tidak berfungsi sebagai lagu penuntun. Ia membentuk pola lagu jalin menjalin dengan bonang penerus dan pada aksen yang penting bonang boleh membuat sekaran biasanya di akhir kalimat lagu.

2. Kenong

Kenong

Selanjutnya adalah alat musik Jawa Tengah yang merupakan salah satu alat musik yang menggunakan salah satu alat pemukul, Kenong ini berfungsi sebagai salah satu penentu batas gatra yang menegaskan irama. Alat musik ini juga termasuk dalam alat musik berpencu, tetapi ukuran yang lebih besar dibandingkan bonang.

Uniknya alat musik ini merupakan salah satu alat musik yang menggunakan satu alat pemukul. Kenong ini sendiri berfungsi sebagai penentu batas gatra, menegaskan irama. Kenong ini sendiri termasuk dalam alat musik berpencu, tetapi memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan bonang. Uniknya seluruh instrumen gamela, kenong ini merupakan alat musik yang bertubuh paling gemuk.

3. Siter

Siter

Tidak jauh berbeda dari demung, dimana alat musik jawa Tengah ini hanya memiliki bentuk yang disetel dengan nada pelog dan juga slendro. Dimana sitar menjadi salah satu alat musik tradisional yang dipetik dalam rangkaian gamelar. Siter ini memiliki 11 dan 13 pasang senar yang dimasukkan ke dalam kkotak resonator. Senar siter ini dimainkan dengan menggunakan ibu jari, sedangkan untuk jari lain digunakan sebagai penahan getaran saat senar lainnya dipetik.

Instrumen gamelan ini juga telah menjadi ciri khas instrumen gamelan. Pada umumnya, siter ini memiliki panjang sekitar 30 cm dan bisa dimasukkan ke sebuah kotak yang berguna sebagai resonator. Siter ini dimainkan sebagai salah satu alat musik yang dimainkan secara bersamaan dan dimainkan dengan cengkok.

4. Gambang

 Gambang

Dan yang terakhir adalah alat Musik Jawa Tengah yang hadir menjadi salah satu instrumen orkes gambang kromong dan gambang rancag. Dimana gambang ini mnemiliki sumber suara sebanyak 20 buah bilah yang terbuat dari bahan kayu ataupun bambu. Restoran ini sangat mirip dengan perahu yang di atas bibir kota suara tampak beberapa bilah kayu nada dalam bentuk persegi empat panjang dan tipis.

Di ujung pangkalnya resonator gambang juga telah terpancang bentuk piramid sebagai penutup bagian ujung dan juga pangkal. Bilah yang diusung dalam gambang ini tebruat dari bahan kayu jati. Bilah dengan nada terendah ini memiliki bentuk yang pendek, tebal, dan juga sempit.

Nah itu dia 4 daftar alat musik tradisional khas Jawa Tengah yang sangat mumpuni dan menarik untuk dimainkan!

Rekomendasi 4 Alat Musik Terbaik Asal Nusa Tenggara Timur

NTT (Nusa Tenggara Timur) merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia dan kaya akan sumber daya alam yang melimpah dengan jaminan yang memanjakan mata para wisatawan yang ada. Provinsi satu ini juga memiliki sisi kebudayaan seperti ritual adat, legenda, produk kerjainan tangan yang berbasis budaya yang disebut sebagai tenun. Tenun Nusa Tenggara Timur ini juga memiliki banyak motif. Selain kaya akan motif tenun, Nusa Tenggara Timur juga kaya akan alat musik khas daerah. Kali ini, kami akan merekomendasikan beberapa daftar alat musik terbaik yang ada di Nusa Tenggara Timur berikut ini.

Daftar Alat Musik NTT Terpopuler

1. Sasando

sasando

Daftar yang pertama ini merupakan salah satu alat musik tradisional yang berada di provinsi Nusa Tenggara Timur dan berasal dari pulau Rote. Alat musik ini merupakan jenis alat musik yang unik. Karena keunikannya, ia juga menjadi gambar utama dalam latar mata uang pecahan sebesar 5 ribu rupiah. Alat musik ini terdiri dari 2 bagian utama, yaitu bagian yang terbuat dari bahan bambu dan terbuat dari bahan daun lontar.

Bagian alat musik ini terbuat dari bambu yang merupakan sebagai tempat melekatnya dawai sasando yang banyaknya sebesar 28 dawai, 56 dawai, atau 84 dawai. Dawai ini dipasang melingkar bambu dengan panjang yang beragam dan digunakan dengan cara dipetik.

2. Prere

Prere

Selanjutnya adalah alat musik tradisional yang berasald ari kota Manggarai dan dibuat dengan ruas bambu berukuran kecil dan dikatakan sebesar pensil dengan panjang 15 cm. Ruas bagian bawahnya alat ini ditutup dan dibelah sebagai tempat keluarnya udara, tetapi pada bagian atas dipotong duntuk meniup. Alat musik ini menghasilkan nada Do dan Re saat ditiup. Untuk ukuran alat musik ini juga cukup pendek denganukuran pensil yang terbuat dari ruas bambu kecil.

Di bagian dalam rongga diberi suatu membran yang bergetar saat ditiup sehingga akan menghasilkan suara. Suara yang keluar akan diperbesar dengan tambahan adanya daun pandan di bagian ujungnya, seperti orong terompet.

3. Leko Boko

Leko Boko

Instrumen satu ini biasanya disebut sebagai Bikol yang terbuat dari labu hutan sebagai resonator. Dimana kayu ini merupakan sebagai tangkai dan usus kuskus untuk dawainya. Alat musik ini sendiri dimainkan dengan cara digesek dan dimainkan dengan alat musik Heo. Alat musik ini memiliki 4 buah layaknya HEO dan digunakan dengan cara dipetik. Bijol ini dibuat dari labu hutan, kayu dan usus kuskus untuk bahannya. Labu hutan ini sendiri akan menjadi wadah resonasi yang sebagai tempat perentang dawai dan usu kuskus dawainya.

4. Sowito

Sowito

Dan yang terakhir adalah alat musik pukul dari kabupaten Ngada, NTT. Dimana alat musik ini menggunakan bambu di bagian ujung dan masih tertutup dengan ruas buku bambu yang dicungkil pada kulit dan diganjal dengan kayu. Cara memainkan alat ini dimainkan dengan cara memukul bagian kulit dengan sebilah kayu yang berukuran kecil.

Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul pada bagian kulit dengan sebilah kayu berukuran kecil. Alat musik ini menghasilkan satu nada, sehingga saat dimainkan dalam suatu pagelaran maka dibutuhkannya beberapa Sowito untuk dimainkan beberapa orang.

Nah itu dia 4 daftar alat musik khas Nusa Tenggara Timur yang wajib kalian ketahui dan pahami!

MENGENAL ALAT MUSIK TRADISIONAL ASAL KALIMANTAN SELATAN

Indonesia memiliki segudang kekayaan. Baik itu kekayaan alam, keragaman hayati, kebudayaan seni dan lainnya. Kebudayaan kesenian seperti baju adat, hingga kesenian alat music tradisional. Berbicara tentang alat music tradisional. Indonesia memiliki beragam lagu daerah dengan  paduan alat music yang dipunya. Bahkan alat music ditiap daerah memiliki perbedaan. Seperti provinsi Kalimantan selatan, yang merupakan salah satu provinsi di indonesia yang memiliki kekayaan alat music tradisional. Music tradisi Kalimantan selatan ini memiliki bentuk dan ciri tersendiri, bila dilihat dari bentuk yang di punya music asal Kalimantan selatan ini terdiri dari vocal, instrumental dan ragam musiknya serta kesederhanaanya. Artikel kali ini akan membahas tentang apa saja alat music tradisional asal Kalimantan selatan ini.

1. Gamelan Banjar

Gamelan Banjar

Apakah kalian tahu bahwa di Kalimantan selatan memiliki alat music tradisional bernama gamelan? Ya memang gamela banyak di daerah lain hanya saja, gamelan banjar berbeda dengan yang lainnya. Pada gamelan banjar ini dikenal dengan dua versi yakni keraton dan bersi kerakyatan. Hingga kini gamelan banjar masih terus eksis dan dipakai pada acara-acara sakral seperti wedding, penyambutan tamu atau acara-acara tradisional lainnya. Sejarah singkat nya gamelan banjar ini diperkenalkan oleh pangeran suryanata ke kalimatan selatan bersamaan dengan kesenian wayang kulit asal banjar.

2. Kintung

Kintung

Kintung merupakan alat music yang khas sekali berasal dari Kalimantan selatan. Terbuat dari bamboo dan memiliki bentul sedikit mirip angklung. Uniknya pada alat music kintung ialah memiliki ruas bamboo yang ukuran nya berbeda-beda dan diberi nama. Yakni hintalu randah, hintalu tinggi, tinti pajak, tinti gorak, pindua randah, pindua tinggi, dan gorak tuha. Adapun cara memainkan alat music ini yaitu dengan memukul sepasang tongkat pemukul.

3. Sampek

Sampek

Nah, alat music yang satu ini terkenal asal suku Dayak yang tentunya tersebar di pulau Kalimantan. Salah satunya Kalimantan selatan. Uniknya dari alamt music sampek yakni pembuatannya yang sangat teliti hingga memakan waktu berminggu-minggu. Pembuatannya juga masih menggunakan metode tradisional dan menggunakan kayu pilihan seperti kayu arrow, kayu kapur dan lainnya.

4. Kurung-kurung

Kurung-kurung

Kurung-kurung merupakan khasnya alat music asal Kalimantan selatan ini memiliki bentuk yang sangat unik. Alat musik kurung-kurung dimainkan secara berkelompok dengan cara dihentakkan ketanah, lalu akan mengeluarkan nada yang tentunya berbeda-beda dengan yang lainnya. Biasanya alat music kurung-kurung dimainkan saat ada acara penting saja. Seperti acara adat, penyambutan tamu dan momen-momen terpenting. Tapi beredar informasi bahwasanya alat music kurung-kurung ini hampir punah dikarenakan oleh keterbatasan bahan untuk membuat alat music ini. selain itu juga kurangnya generasi sekarang untuk melanjutkan dan meneruskan alat music yang satu ini.

5. Terbang Madihin

Terbang Madihin

Nah alat music yang satu ini mirip dengan rebana. Hanya saja memiliki sedikit perbedaan. Terbang madihin terbuat dari kulit kambing yang sudah dikeringkan. Setelah itu alat music ini diberi kerangka kayu dengan kayu pilihan dan terbaik. Alat music ini sangat terkenal di Kalimantan selatan dan biasa digunakan juga pada saat acara-acara. Bahkan alat music ini menjadi alat music yang selalu digunakan tiap acara-acara sakral.

Nah itulah kekayaan alat music tradisional asal indonesia. Begitu beragam dengan ciri khasnya masing-masing. Sebagai rakyat indonesia tentu kita harus tau alat music apa yang ada di indonesia dan harus terus melestarikannya.